Profil
Nama Resmi
|
:
|
Provinsi DKI Jakarta
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ibukota
|
:
|
Jakarta
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Luas Wilayah
|
:
|
664,01 Km2 *)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Jumlah Penduduk
|
:
|
9.988.495 jiwa *)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Suku Bangsa
|
:
|
Betawi, Jawa, Sunda dan lain-lain.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Agama
|
:
|
Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dll.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Wilayah Administrasi
|
:
|
Kab. : 1 (Kepulauan Seribu), Kota : 5, Kec. : 44, Kel. : 267, Desa :
0. *)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Batas Wilayah
|
:
|
Wilayah Provinsi DKI Jakarta sebelah Timur berbatasan dengan
Kabupaten/Kota Bekasi, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tangerang
dan Kota Depok, sebelah Barat berbatasan dengan Kota Tangerang dan sebelah
Utara berbatasan dengan Laut Jawa
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Lagu daerah
|
:
|
Kicir-kicir, Jali-jali, Keroncong kemayoran
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Website
|
:
|
Kilas Sejarah DKI Jakarta
Peta Batavia (sekarang Jakarta) tahun 1888.
Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar
500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang
menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Pengetahuan awal mengenai
Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan
bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal
kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.
Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama
Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu
bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di
pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang. Bangsa Portugis merupakan
rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota
ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah
kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa
menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati
sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad
ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.
Nama Jayakarta diganti menjadi
Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda,
tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia
dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar
lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai
kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia.
Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat
mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa
Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi
letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden. Semangat nasionalisme Indonesia
di canangkan oleh para mahasiswa di Batavia pada awal abad ke-20.
Sebuah keputusan bersejarah yang dicetuskan pada
tahun 1928 yaitu itu Sumpah Pemuda berisi tiga buah butir pernyataan , yaitu
bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan :
Indonesia. Selama masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Batavia diubah
lagi menjadi Jakarta. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta dan Sang Saka Merah Putih untuk
pertama kalinya dikibarkan. Kedaulatan Indonesia secara resmi diakui pada
tahun 1949. Pada saat itu juga Indonesia menjadi anggota Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB). Pada tahun 1966, Jakarta memperoleh nama resmi Ibukota
Republik Indonesia. Hal ini mendorong laju pembangunan gedung-gedung
perkantoran pemerintah dan kedutaan negara sahabat. Perkembangan yang cepat
memerlukan sebuah rencana induk untuk mengatur pertumbuhan kota Jakarta.
Sejak tahun 1966, Jakarta berkembang dengan mantap menjadi sebuah
metropolitan modern. Kekayaan budaya berikut pertumbuhannya yang dinamis
merupakan sumbangan penting bagi Jakarta menjadi salah satu metropolitan
terkemuka pada abad ke-21.
* Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan
Kerajaan Pajajaran.
* 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi
Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Jakarta
keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956).
* 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali
bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia.
* 1 April 1905 berubah nama menjadi 'Gemeente
Batavia'.
* 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente
Batavia.
* 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi
Jakarta Toko Betsu Shi.
* September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama
Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
* 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre
Federal berubah nama menjadi Stad
Gemeente Batavia.
* 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj'a Jakarta.
* 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah
swatantra dinamakan Kota Praja
Djakarta Raya.
* Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2
PNPS 1961 dibentuk Pemerintah
Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
* 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964
dinyatakan Daerah Khusus Ibukota
Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik
Indonesia dengan nama Jakarta.
* Tahun1999, melalaui uu no 34 tahun 1999 tentang
pemerintah provinsi daerah khusus ibukota negara republik Indonesia Jakarta,
sebutan pemerintah daerah berubah menjadi pemerintah provinsi dki Jakarta,
dengan otoniminya tetap berada ditingkat provinsi dan bukan pada wilyah kota,
selain itu wiolyah dki Jakarta dibagi menjadi 6 (5 wilayah kotamadya dan
satu kabupaten administrative kepulauan seribu).
Undang-undang Nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah
Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik
Indonesia(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
Geografis
Pr
Secara geologis, seluruh dataran terdiri dari endapan pleistocene yang terdapat pada ±50 m di bawah permukaan tanah. Bagian selatan terdiri atas lapisan alluvial, sedang dataran rendah pantai merentang ke bagian pedalaman sekitar 10 km. Di bawahnya terdapat lapisan endapan yang lebih tua yang tidak tampak pada permukaan tanah karena tertimbun seluruhnya oleh endapan alluvium. Di wilayah bagian utara baru terdapat pada kedalaman 10-25 m, makin ke selatan permukaan keras semakin dangkal 8-15 m. Pada bagian tertentu juga terdapat lapisan permukaan tanah yang keras dengan kedalaman 40 m.
Keadaan Kota Jakarta umumnya beriklim panas dengan suhu udara maksimum berkisar 32,7°C - 34,°C pada siang hari, dan suhu udara minimum berkisar 23,8°C -25,4°C pada malam hari. Rata-rata curah hujan sepanjang tahun 237,96 mm, selama periode 2002-2006 curah hujan terendah sebesar 122,0 mm terjadi pada tahun 2002 dan tertinggi sebesar 267,4 mm terjadi pada tahun 2005, dengan tingkat kelembaban udara mencapai 73,0 - 78,0 persen dan kecepatan angin rata-rata mencapai 2,2 m/detik - 2,5 m/detik.
Pemerintahan
Dasar hukum bagi DKI Jakarta adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2007, tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. UU ini menggantikan UU Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Negara Republik Indonesia Jakarta serta UU Nomor 11 Tahun 1990 tentang Susunan Pemerintahan Daerah Khusus Ibu kota Negara Republik Indonesia Jakarta yang keduanya tidak berlaku lagi.
Jakarta berstatus setingkat provinsi dan dipimpin oleh seorang gubernur. Berbeda dengan provinsi lainnya, Jakarta hanya memiliki pembagian di bawahnya berupa kota administratif dan kabupaten administratif, yang berarti tidak memiliki perwakilan rakyat tersendiri.
DKI Jakarta memiliki status khusus sebagai Daerah Khusus Ibukota. DKI Jakarta ini dibagi kepada lima kota dan satu kabupaten, yaitu:
|
Demografi
Jumlah penduduk dalam periode 2002-2006 terus mengalami peningkatan walaupun pertumbuhannya mengalami penurunan. Tahun 2002 jumlah penduduk sekitar 8,50 juta jiwa, tahun 2006 meningkat menjadi 8,96 juta jiwa, dan dalam lima tahun ke depan jumlahnya diperkirakan mencapai 9,1 juta orang. Kepadatan penduduk pada tahun 2002 mencapai 12.664 penduduk per km2, tahun 2006 mencapai 13.545 penduduk per km2 dan diperkirakan dalam lima tahun kedepan mencapai 13.756 penduduk per km2.
Laju pertumbuhan penduduk pada periode tahun 1980-1990 sebesar 2,42 persen per tahun, menurun pada periode 1990-2000 dengan laju 0,16 persen. Pada periode 2000-2005, laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,06 persen per tahun.
Sepanjang periode 2002-2006 angka kematian bayi turun secara signifikan, yaitu dari 19,0 per 1000 kelahiran hidup tahun 2002 menjadi 13,7 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2006. Dengan penurunan angka kelahiran total dari 1,56 pada tahun 2000 menjadi 1,53 pada tahun 2006, maka terlihat faktor dominan yang mempengaruhi pertambahan jumlah penduduk adalah turunnya angka kematian bayi disamping migrasi dalam jumlah yang cukup besar karena pengaruh daya tarik Kota Jakarta sebagai pusat administrasi pemerintahan, ekonomi, keuangan, dan bisnis.
Sepanjang periode 2002-2006 angka kematian bayi turun secara signifikan, yaitu dari 19,0 per 1000 kelahiran hidup tahun 2002 menjadi 13,7 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2006. Dengan penurunan angka kelahiran total dari 1,56 pada tahun 2000 menjadi 1,53 pada tahun 2006, maka terlihat faktor dominan yang mempengaruhi pertambahan jumlah penduduk adalah turunnya angka kematian bayi disamping migrasi dalam jumlah yang cukup besar karena pengaruh daya tarik Kota Jakarta sebagai pusat administrasi pemerintahan, ekonomi, keuangan, dan bisnis.
Dilihat dari struktur umur, penduduk Jakarta sudah mengarah ke ”penduduk tua”, artinya proporsi ”penduduk muda” yaitu yang berumur 0-14 tahun sudah mulai menurun. Bila pada tahun 1990, proporsi penduduk muda masih sebesar 31,9 persen, maka pada tahun 2006 proporsi ini menurun menjadi 23,8 persen. Sepanjang tahun 2002-2006, proporsi penduduk umur muda tersebut relatif stabil, yaitu sekitar 23,8 persen. Sebaliknya proporsi penduduk usia lanjut (65 tahun ke atas) naik dari 1,5 persen pada tahun 1990, menjadi 2,2 persen pada tahun 2000. Tahun 2006, proporsi penduduk usia lanjut mengalami kenaikan menjadi 3,23 persen. Kenaikan penduduk lansia mencerminkan adanya kenaikan rata-rata usia harapan hidup, yaitu dari 72,79 tahun pada tahun 2002 menjadi 74,14 tahun pada tahun 2006.
Jakarta de
ngan kondisi geografis lautan yang lebih luas dari daratan memiliki potensi sumber daya laut yang cukup besar, yakni berupa sumber daya mineral dan hasil laut.
Sumber daya mineral yang dihasilkan, tepatnya di Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, berupa minyak bumi dan gas mulai dieksploitasi sejak tahun 2000 dengan rata-ratakapasitas produksi sekitar 4 juta barel per tahun.
Sumber daya mineral yang dihasilkan, tepatnya di Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, berupa minyak bumi dan gas mulai dieksploitasi sejak tahun 2000 dengan rata-ratakapasitas produksi sekitar 4 juta barel per tahun.
Kekayaan laut yang dapat dieksploitasi berupa ikan konsumsi dan ikan hias. Selama lima tahun terakhir, tiap tahunnya rata-rata produksi ikan konsumsi mencapai 123 ribu ton dan produksi ikan hias mencapai 59,86 juta ekor.
Budaya
Dalam kehidupan sehari-harinya penduduk asli DKI Jakarta (orang betawi) berada dalam anekaragam lingkungan sosial dengan berbagai latar belakang budaya yang beranekaragam dari berbagai penjuru nusantara.
Dalam kaitannya dengan sistem kekerabatan, misalnya dalam penarikan garis keturunan, mereka mengikuti prinsip bilineal yaitu menarik garis keturunan dari pihak ayah dan pihak ibu.
Adat menetap nikah sangat tergantung pada perjanjian kedua pihak sebelum pernikahan berlangsung. Ada pengantin baru yang setelah menikah menetap disekitar kediaman kerabat suami begitu pula sebaliknya.
Dalam rangka lingkaran hidup individu atau daur hidup, orang betawi mengenal bermacam-macam upacara adat, mulai sejak bayi dalam kandungan sampai kepada kematian dan sesudah kematian itu sendiri seperti misalnya : selamatan nuju bulanin atau kekeba, upacara kerik tangan dalam rangka kelahiran, khitanan (pengantin sunat), khatam Qur’an (pengantin tamat), adat berpacaran bagi kaum remaja (ngelancong), upacara perkawinan dan lain sebagainya.
Sesuai dengan latar belakang suku betawi ini, maka DKI Jakarta menjadi tempat berpadunya berbagai budaya, akan tetapi kemudian muncul budaya yang bisa disebut sebagai sesuatu yang khas seperti tarian betawi yang memiliki ciri-ciri Melayu dan Arab maupun Cina.
Refrensi:
1. http://www.jakarta.go.id/web/news/1970/01/Sejarah-Jakarta
2. http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/provinsi/detail/31/dki-jakarta
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta#Sejarah
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Karte_Batavia_MKL1888.png
Tidak ada komentar:
Posting Komentar